SEJARAH PENGECORAN LOGAM Bag 2

b. Cetakan

Postingan ini masih lanjutan dari postingan sebelumnya yaitu mengenai Sejarah Pengecoran . Telah di katakan bahwa ketika pengecoran tembaga pertama kali ditemukan di temukan di Mesopotamia logam cair di tuang ke dalam pasir, kemudian seperti halnya cara baru, dicari akal untuk menuang logam cair ke dalam rongga yang di buat dalam batu. Bahan batu tersebut adalah pasir, batu gamping atau serpertin yang mudah di olah, kadang-kadang dipergunakan juga tanah liat untuk menguatkan.



pada mulanya benda tipis yang berbentuk seperti kapak atau pedang dicor hanya dengan mempergunakan drag
(cetakan bawah) tidak dengan kup (cetakan atas). Kemudian keduanya baik drag maupun kup dipergunakan, dan selanjutnya di cari
akal untuk membuat coran berongga dengan mempergunakan inti yang dibuat dari tanah lempung dan bubuk arang batu.

Selain dari pada cara mengukir batu atau membuat cetakan dari tanah, di kembangkan juga cara-cara
membuat cetakan dengan pola kayu dan pola lilin. Pola lilin ditutup oleh campuran tanah pasir dan tanah
liat yang kemudian dipanaskan agar lilin mencair dan terbuang, maka terbentuklah rongga cetakan. Cara tersebut merupakan
dasar dari pengecoran pasir dan pengecoran lilin seperti cara yang di kenal sekarang, dan dikatakan
bahwa cara itu telah dikembangkan lama sekali, kira-kira 2.000 tahun SM atau lebih.

Walaupun demikian teknik yang dipakai sekarang untuk membuat cetaklan pasir dengan pola kayu telah disempurnakan
di Eropa setelah abad 18, demikian juga halnya dengan teknik pencairan besi.

7 komentar:

  1. wah..... seperti mau membangun bisnis nich...

    BalasHapus
  2. semoga berhasil ya mas usahanya.

    BalasHapus
  3. ada materi kontruksi bangunan nich... Thanks infonya........

    BalasHapus
  4. hidup pengecoran logam Indonesia

    BalasHapus